Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Agustus 2015

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman

Amazing Sphere - Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar ada makhluk hidup yang memiliki keunikan yaitu tubuhnya setengah bersifat hewan, setengahnya lagi bersifat tanaman. Mungkin Anda pasti tidak percaya. Tapi begitulah kenyataannya yang dimiliki oleh makhluk hidup yang bernama siput laut ini. Ada beberapa spesies siput laut yang memiliki klorofil dalam tubuh mereka yang berguna dalam membuat makanan dari bantuan sinar matahari sama halnya dengan proses fotosintesis pada daun yang dimiliki tanaman.

Tapi siput laut ini meskipun berfotosintesis mereka tidak memiliki klorofil, mereka memperoleh makanan mereka dengan memakan banyak sayuran. Siput laut ini terkenal dengan sebutan nama sacoglossans atau "siput laut pengisap getah" karena mereka hidup dengan mengisap isi sel dari ganggang. Yang unik disini adalah mereka bukan mencerna makanan seperti umumnya yang dilakukan oleh hewan, melainkan mereka menggabungkan kloroplas dari gangang dengan sel-sel mereka sendiri. Dan semua itu mereka lakukan di bawah sinar matahari. Peristiwa luar biasa ini dikenal dengan sebutan kleptoplasty, kemampuan aneh dari siput ini membuatnya mendapatkan sebutan lain yaitu "siput laut bertenaga surya".

Baca Juga:

Salah satu contoh terbaik dari perilaku ini ditemukan pada jenis siput laut hijau yang bernama Elysia chlorotica. Mereka yang paling sering ditemukan di rawa-rawa garam, kolam renang dan sungai yang dangkal, di sepanjang pantai timur Amerika Serikat, hingga wilayah utara Kanada. Mereka dapat tumbuh mencapai panjang 60 mm, namun yang paling sering ditemukan memiliki panjang antara 20 mm hingga 30 mm saja.

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman
Elysia chlorotica

Mulanya seekor Elysia chlorotica muda memiliki warna kemerahan atau keabu-abuan, namun setelah mereka mulai makan dan mempertahankan sel kloroplasnya mereka akan berubah menjadi warna hijau terang. Perlu diketahui bahwa warna hijau ini juga membantunya untuk menyamarkan diri terhadap predator, karena siput tidak memiliki cangkang pelindung atau cara lain sebagai perlindungan. Dengan mengambil warna hijau dari kloroplas sel alga, siput ini mampu berbaur dengan dasar laut yang hijau di bawah mereka, sehingga hal ini membantu mereka meningkatkan peluang untuk bertahan hidup lebih lama.

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman

Meskipun begitu, seekor Elysia chlorotica sanggup bertahan hidup dari fotosintesis tanpa makan sampai satu tahun. Dengan menghabiskan lebih sedikit energi dalam kegiatan seperti mencari makanan, siput dapat berinvestasi energi yang berharga ini ke kegiatan penting lainnya yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup lebih lama.

Namun, kloroplas mereka hanyalah salah satu bagian dari mesin seluler yang diperlukan untuk mengubah sinar matahari menjadi energi saja. Sebab, memiliki kloroplas tanpa gen yang diperlukan untuk fotosintesis maka hewan ini hanya dapat mensintesis makanan saja. Ini sama halnya dengan Anda mengambil pisau dari blender dan berharap bisa membuat jus wortel dari blender tanpa pisau tersebut.

Satu lagi yang membuat spesies ini luar biasa adalah bahwa Elysia chlorotica tidak hanya mencuri kloroplas dari ganggang saja, tetapi mereka juga menggabungkannya ke dalam DNA sendiri. Ini adalah contoh yang menarik dan agak unik dari transfer gen horizontal.

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman
Costasiella kuroshimae

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman

Selain Elysia chlorotica, ada juga spesies unik yang mirip yaitu Costasiella kuroshimae, spesies ini juga memiliki perilaku yang sama sebagai kleptoplasty. Spesies jenis ini ditemukan di kepulauan Ryukyu, di Jepang.

Benar-benar spesies unik dan luar biasa sekali...!!

Sumber Bacaan

Rabu, 07 Januari 2015

Sky Cycle, Roller Coaster Berbentuk Sepeda Ontel di Jepang

Amazing Sphere - Ada yang pernah naik Roller Coaster? Nah, Roller Coaster yang satu ini bisa dibilang baru dan unik. Namun, bagi Anda yang takut ketinggian, lebih baik jangan mencobanya. Mengapa? Sebab, roller coaster yang satu ini bukan bertenaga listrik melainkan harus digowes layaknya sepeda ontel.

Yup, terletak di Washuzan Highland Amusement Park di kota Okayama, Jepang. Sebuah wahana hiburan roller coaster gowes yang diberi nama Sky Cycle sudah dibuka untuk umum. Layaknya dua buah sepeda yang ditempel menjadi satu, sehingga untuk membuatnya berjalan, maka Anda harus mengayuhnya. Bagi Anda yang tidak takut ketinggian dan ingin menikmati keindahan panorama dari ketinggian, maka wahana ini layak Anda coba.

Masing-masing Sky Cycle, dapat memuat dua orang penumpang saja. Nantinya, penumpang atau pengendara harus mengayuhnya bersamaan menelusuri sepanjang jalan berupa rel.

Sky Cycle, Roller Coaster Berbentuk Sepeda Ontel di Jepang

Sky Cycle, Roller Coaster Berbentuk Sepeda Ontel di Jepang
sumber gambar

Sky Cycle, Roller Coaster Berbentuk Sepeda Ontel di Jepang
sumber gambar

Sky Cycle, Roller Coaster Berbentuk Sepeda Ontel di Jepang
sumber gambar

Sky Cycle ini dibangun di atas daerah perbukitan, sehingga Anda dapat menikmati pemandangan bukit dari ketinggian dengan sepuas-puasnya. Untuk menempatkan barang bawaan Anda, telah disediakan sebuah keranjang di bagian depan, sangat mirip dengan keranjang sepeda. Sky Cycle juga dilengkapi dengan rem yang juga sama seperti rem sepeda. Selain itu, dilengkapi juga dengan sabuk pengaman yang sangat sederhana, hanya berfungsi untuk memastikan agar Anda tidak terjatuh dari kursi.

Sky Cycle, Roller Coaster Berbentuk Sepeda Ontel di Jepang
sumber gambar

Sky Cycle, Roller Coaster Berbentuk Sepeda Ontel di Jepang
sumber gambar

Sky Cycle, Roller Coaster Berbentuk Sepeda Ontel di Jepang
sumber gambar

Sky Cycle, Roller Coaster Berbentuk Sepeda Ontel di Jepang
sumber gambar

Pokoknya, menaiki Sky Cycle ini Anda akan merasa seperti menaiki sepeda yang terbang. Apalagi jika melewati area pemandangan jembatan Shimotsui-Seto yang indah. Tentunya akan menjadi sebuah pengalaman yang paling mendebarkan. Luar biasa!




Sumber: Amusing Planet

Jumat, 20 Juni 2014

Taman Bunga "Hitachi Seaside Park" di Hitachinaka, Jepang

Amazing Sphere - Jika Anda seorang penyuka bunga, Anda harus berkunjung ke tempat yang satu ini. Dijamin Anda pasti akan terkagum-kagum, betah, dan tidak mau beranjak meninggalkannya. Sebuah area dengan luas 3,5 hektar yang terletak di Hitachinaka, Ibaraki, Jepang, tepat berada di sebelah pantai Ajigaura merupakan sebuah taman bunga terluas dan menjadi tujuan wisata paling populer di dunia.

Di taman bunga Hitachi Seaside Park ini setiap musimnya selalu menampilkan keindahan bunga mekar yang selalu berbeda. Namun bunga yang sering terlihat dan terkenal adalah bunga nemophilas biru, bunga ini sejenis bunga tahunan yang memiliki kelopak berwarna biru transparan. Selama musim semi, lebih dari 4,5 juta nemophilas biru akan mekar di seluruh area taman. Masa mekar itu biasa dikenal dengan sebutan "Nemophilia Harmony". Saat itulah banyak sekali pengunjung yang datang.

hitachi seaside park
sumber gambar

hitachi seaside park
sumber gambar

hitachi seaside park
sumber gambar

hitachi seaside park
sumber gambar

Selain bunga nemophilas biru, jutaan bunga bakung yang mekar pun akan Anda temui diantara pohon-pohon pinus. Bukan hanya itu saja, 170 jenis bunga tulip dan masih banyak lagi bunga jenis lainnya yang bermekaran akan membuat mata Anda tak jemu-jemunya memandang. Anda bisa menelusuri taman sambil bersepeda ataupun mengajak pasangan Anda, tempat ini akan cocok menjadi tempat teromantis bagi Anda dan pasangan. Pokoknya jika Anda sedang menjelajah ke Jepang, jangan lewatkan untuk berkunjung ke taman bunga ini.

hitachi seaside park
sumber gambar

hitachi seaside park
sumber gambar

hitachi seaside park
sumber gambar

hitachi seaside park
sumber gambar

Benar-benar tempat yang romantis ya... ^_^




Sumber: Amusing Planet

Jumat, 13 Juni 2014

Sagano, Hutan Bambu Yang Indah Di Arashiyama, Kyoto, Jepang

Amazing Sphere - Jika ditempat asalku, rimbunan pohon bambu biasanya seringkali menghembuskan hawa yang seram saat kita melewatinya. Jangankan rimbunan bambu yang banyak, sedikit jumlahnya saja sudah terkesan menyeramkan. Hal ini dikarenakan banyak orang yang selalu mengkaitkan pohon bambu dengan segala hal yang berbau mistik. Namun tidak demikian dengan hutan bambu yang ada di Jepang ini.

Di Jepang, lebih tepatnya di sebelah Barat Laut kota Kyoto, atau di distrik Arashiyama, terdapat rimbunan hutan bambu seluas 16 kilometer persegi. Hutan ini terkenal dengan nama "Sagano". Hutan bambu Sagano merupakan tempat yang paling indah di Jepang, bukan hanya karena keindahan alamnya saja melainkan juga irama suara angin yang timbul karena adanya sentuhan antara rumpun bambu yang satu dengan yang lain. Ibarat musik alam yang dihasilkan dari suara bambu. Kalian pasti tahu kan, banyak instrumen musik yang seringkali menggunakan bambu.

hutan bambu sagano
sumber gambar

hutan bambu sagano-2
sumber gambar

hutan bambu sagano-3
sumber gambar

hutan bambu sagano4
sumber gambar

Suara angin di hutan bambu ini merupakan salah satu suara yang terpilih dari seratus suara yang ada di Jepang yang harus dijaga dan dipelihara oleh Pemerintah Jepang. Menakjubkan bukan?

Konon katanya, pada tahun 1870-an, saat itu Edison sedang mencari bambu yang baik sebagai bahan dari filamen untuk bola lampu awal, gubernur Kyoto merekomendasikan kepadanya dua sumber tempat bambu, dan Sagano inilah salah satu tempat yang direkomendasikannya itu. Sayangnya, Edison memilih pilihan yang satunya lagi. Ini berarti bambu di hutan Sagano ini adalah jenis bambu yang berkualitas baik.

hutan bambu sagano5
sumber gambar

hutan bambu sagano6
sumber gambar

hutan bambu sagano7
sumber gambar

hutan bambu sagano8
sumber gambar

Hutan bambu Sagano merupakan salah satu tempat wisata di Kyoto yang paling populer. Banyak wisatawan dari luar ketika berkunjung ke Kyoto tidak melewatkan untuk mampir ke Sagano. Dan jika Anda saat ini berencana ingin berkunjung ke tempat ini, Anda bisa mengaksesnya langsung dari jalan utama Arashiyama, sedikit ke sebelah Utara dari pintu masuk ke kuil Tenryu-ji, jadi alangkah baiknya Anda sekalian saja mengunjungi kuil tersebut, sebab saat Anda keluar dari pintu gerbang Utara, Anda cukup mengambil ke arah kiri, maka dengan cepat Anda bisa sampai ke hutan bambu itu. Hanya ada satu jalan utama yang melalui rimbunan bambu dengan kondisi jalanan yang perlahan menanjak. Setelah Anda sampai ke bagian puncak bukit, keluar dari Sagano justru akan Anda temui pintu masuk ke Villa Okochi-Sanso. Namun, jika Anda berencana naik kereta api, maka untuk sampai ke hutan bambu Sagano, bisa Anda tempuh naik kereta api dari Kyoto selama 30 menit saja.

Wah, dijamin deh Anda tidak akan menyesal berkunjung ke Kyoto. Banyak tempat wisatanya.. Dan yang jelas, tidak menyeramkan seperti disini, hehe... ^_^




Sumber: Amusing Planet, Inside Kyoto