Tampilkan postingan dengan label Amazing Plants. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amazing Plants. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Maret 2019

Megah dan Berharganya Pohon Hitachi Di Kebun Moanalua

Amazing Sphere - Megah dan Berharganya Pohon Hitachi Di Kebun Moanalua

Sekitar 5 mil barat laut dari pusat kota Honolulu, terdapat taman pribadi seluas 24 hektar yang disebut Taman Moanalua, yang terkenal dengan Festival Pangeran Lot Hula tahunannya, tempat penduduk setempat dan pengunjung mengambil bagian dalam banyak lokakarya budaya, demonstrasi, bilik makanan, penjual kerajinan, dan daya tarik utama festival yaitu presentasi hula.

Festival ini mengambil nama dan ilhamnya dari kenyataan bahwa Pangeran Lot Kapuaiwa, yang kemudian memerintah sebagai Raja Kamehameha V, biasa menghibur para tamunya di sini dengan para penari hula pada saat para misionaris secara aktif menekan hula sebagai hobi yang tidak bermoral dan iseng. Taman Moanalua adalah rumah masa kecil Raja. Saat ini, taman itu adalah rumah bagi struktur bersejarah, seperti pondok Raja, kuil, kolam koi, dan banyak tanaman serta pohon langka.

Baca Juga:

Megah dan Berharganya Pohon Hitachi Di Kebun Moanalua

Taman terbuka untuk umum dan pengunjung dikenakan biaya sederhana untuk memasuki taman. Pendapatan dari penjualan tiket digunakan untuk pemeliharaan taman, tetapi sebagian besar biaya ditanggung oleh produsen elektronik Jepang, Hitachi. Mengapa? Karena pohon ini.

Pohon ini, begitu besar dan indah, dengan kanopi berbentuk payung yang khas, tumbuh di tengah area berumput di tengah taman. Pohon itu diperkirakan berumur sekitar 130 tahun dan kanopi agungnya memberikan keteduhan pada area berdiameter 40 meter. Kota Honolulu telah menetapkan pohon ini sebagai pohon yang memiliki makna sejarah dan telah melindunginya. Ini juga salah satu simbol perusahaan yang paling dicintai di Jepang.

Sejak 1973, Hitachi Corporation telah menggunakan gambar dan rekaman pohon ini, yang sekarang dikenal sebagai “Hitachi Tree” sebagai simbol perusahaan mereka. Menurut situs web mereka, pohon tersebut melambangkan "drive komprehensif" dan "jangkauan bisnis yang luas" dari Grup Hitachi.

Megah dan Berharganya Pohon Hitachi Di Kebun Moanalua

Sebuah pernyataan di situs web Hitachi berbunyi, "Ini berlanjut hari ini sebagai gambar dari Grup Hitachi yang bekerja untuk masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan teknologi kolektifnya, dan dedikasi individu-individu yang dimiliki Grup." Pernyataan itu berlanjut: “Pohon itu diakui secara luas, terutama di Jepang, dan telah menjadi simbol penting dari keandalan Grup Hitachi, dan ramah lingkungan. Ini juga meningkatkan nilai merek Hitachi sebagai representasi visual dari slogan perusahaannya: "Inspire the Next."

Hitachi adalah salah satu perusahaan terbesar di Jepang, dan merek yang sangat dicintai serta dipercaya. Karena jangkauan perusahaan yang luas, Hitachi Tree telah menjadi sangat populer di Jepang. Busload turis Jepang datang ke Kebun Moanalua hampir setiap hari untuk melihat pohon dan berfoto dengan pohon di latar belakang mereka.

Hitachi awalnya membayar US $ 20.000 per tahun kepada Samuel Damon, pemilik Moanalua Gardens pada waktu itu, atas hak untuk menggunakan gambar pohon itu dalam iklan mereka. Setelah kematian Samuel Damon pada tahun 2004, kebun itu diakuisisi oleh perusahaan lokal bernama Kaimana Ventures, yang bernegosiasi dengan Hitachi untuk meningkatkan pembayaran tahunan menjadi US $ 400.000. Menurut Kaimana Ventures, pendapatan dari Hitachi membantu sebagian menutupi biaya tahunan taman nasional sebesar US $ 600.000.

Wow, benar-benar sebuah taman yang berharga, serta pohon Hitachi yang amazing. Cocok untuk dijadikan destinasi wisata Anda tahun ini.

Sumber Bacaan

Senin, 15 September 2014

Pohon Kapas Tertua di Dunia Ada di Freetown, Afrika

Amazing Sphere - Pada tahun 1787 untuk pertama kalinya kelompok pemukim yang berasal dari Inggris mendarat di Afrika, mereka sebagian besar terdiri dari mantan para budak yang telah dibebaskan dengan berjuang untuk Inggris selama Perang Kemerdekaan Amerika. Mereka mendarat di bibir pantai dan berjalan menuju ke pohon kapas raksasa (Ceiba pentandra) yang ada tepat diatas teluk, lalu disana mereka pun mengadakan upacara syukuran. Mereka berkumpul disekitar pohon itu dalam kelompok besar dan berdoa bersama-sama, sebagai ucapan rasa syukur mereka atas pembebasan yang sudah mereka peroleh, serta tanah pemukiman yang gratis. Hingga akhirnya pada tanggal 11 Maret 1792 mereka pun membangun kota mereka dengan memberinya nama Freetown.

Freetown adalah ibukota dari Sierra Leone. Tepat ditengah-tengah bundaran yang dikelilingi oleh pagar beton inilah berdiri sebuah pohon kapas yang bersejarah. Pohon ini merupakan simbol bersejarah dari berdirinya kota Freetown dan merupakan pohon kapas tertua di dunia. Meskipun tidak ada yang tahu persis berapa lama usia pohon kapas ini, namun dari beberapa sumber mengatakan pohon ini sudah berusia 500 tahun lebih.

Pohon Kapas Tertua di Dunia Ada di Freetown, Afrika

Pohon Kapas Tertua di Dunia Ada di Freetown, Afrika
sumber gambar

Pohon Kapas Tertua di Dunia Ada di Freetown, Afrika
sumber gambar

Pohon Kapas Tertua di Dunia Ada di Freetown, Afrika
sumber gambar

Penduduk Sierra Leone percaya bahwa pohon kapas ini pernah dijadikan sebagai tempat berdoa para pemukim Halifax yang datang sekitar dua ratus tahun yang lalu. Kini, pohon kapas ini dijadikan sebagai simbol sejarah tidak hanya bagi Freetown, ataupun Sierra Leone, namun bagi semuanya. Dan hingga saat ini pun penduduk Sierra Leone masih seringkali mengadakan upacara berdoa bersama serta memberikan persembahan kepada leluhur mereka di sekitar pohon kapas ini, hal ini dilakukan demi perdamaian dan kemakmuran bagi keturunan mereka.





Sumber: Amusing Planet

Rabu, 03 September 2014

Glass Gem Corn, si Jagung Pelangi yang Unik

Amazing Sphere - Anda pernah melihat biji jagung? Atau jagung merupakan salah satu makanan favorite Anda? Tentunya Anda sudah tahu bukan, warna biji jagung kebanyakan berwarna kuning. Tapi tidak dengan jagung yang satu ini. Jagung yang dikembangkan oleh seorang petani yang bernama Carl Barnes ini memiliki biji jagung yang berwarna-warni layaknya warna pelangi.

Sekilas jika memandangnya, kita akan menyangka biji jagung itu bukanlah asli. Tapi perlu diketahui, jagung pelangi yang satu ini dijamin keasliannya, karena jagung ini merupakan salah satu jagung khusus yang berhasil dikembangkan oleh Carl Barnes, seorang petani yang tinggal di Oklahoma. Dan tanaman jagung jenis pelangi ini benar-benar tumbuh disana.

Mulanya, Barnes yang sudah sekian lama bergelut dengan jagung merasa menemukan keunikan pada jagungnya, ketika jagung itu direbus, ia melihat tanda-tanda warna yang tidak biasa pada biji jagungnya, bahkan bersinar seperti permata. Hingga akhirnya Barnes berinisiatif untuk mengumpulkan serta menyimpan benihnya, dan berkat keahliannya yang luar biasa, serta jerih upaya yang ia lakukan bertahun-tahun, akhirnya Barnes berhasil mengembangkan pembibitan jagung warna-warninya itu. Yang kemudian diberinya nama Glass Gem Corn. Dari sinilah sejarah Glass Gem Corn terlahir.

Glass Gem Corn, si Jagung Pelangi yang Unik
sumber gambar

Glass Gem Corn, si Jagung Pelangi yang Unik
sumber gambar

Glass Gem Corn, si Jagung Pelangi yang Unik
sumber gambar

Glass Gem Corn, si Jagung Pelangi yang Unik
sumber gambar

"Saya terpesona. Tak ada yang pernah melihat jagung seperti ini sebelumnya," kata McDorman, dari Native Seeds/SEARCH, sebuah organisasi nirlaba yang didirikan untuk melindungi dan melestarikan warisan pertanian penduduk asli Amerika.

Ketika Barnes mendekati usia tua, ia memberikan koleksi benih jagung berharganya itu kepada temannya Greg Schoen. Namun, pada tahun 2010 Greg memutuskan untuk pindah. Sehingga ia bertekad, mencari seseorang yang bisa dipercaya untuk menyimpan dan melindungi koleksi benihnya agar tidak lenyap begitu saja. Akhirnya, Greg memutuskan untuk menyimpan benih tersebut di Seeds Trust, sebuah perusahaan benih kecil di Arizona. Hal ini untuk memastikan koleksi benih berharga Glass Gem yang paling spektakuler itu tidak hilang selama ia pindah.

Glass Gem Corn, si Jagung Pelangi yang Unik
sumber gambar

Glass Gem Corn, si Jagung Pelangi yang Unik
sumber gambar

Glass Gem Corn, si Jagung Pelangi yang Unik
sumber gambar

Glass Gem Corn, si Jagung Pelangi yang Unik
sumber gambar

Glass Gem Corn, si Jagung Pelangi yang Unik
sumber gambar

Berawal dari rasa keingin tahuan Bill McDorman, sang pemilik benih yang dipercayakan waktu itu, memutuskan untuk menanam beberapa benih di kebunnya sendiri. Dan dia begitu kagum dengan hasil yang didapatkan dari benih itu. Sehingga populasi jagung pelangi pun bisa terus bertahan dan semakin berkembang. Apalagi organisasi tersebut mulai menjualnya melalui website dengan harga $7,95 per paket. Saking uniknya jagung tersebut selalu habis terjual. Dan para pencari benih masih terus berdatangan. Umumnya jagung digunakan untuk membuat tepung atau popcorn, karena tidak dianjurkan memakan jagung langsung dari bonggolnya.

So, adakah yang mau menanam jagung ini dirumah?





Sumber: Amusing Planet

Rabu, 28 Mei 2014

Yareta, Tanaman Kuat Bertahan Hidup Hingga 3.000 Tahun

Amazing Sphere - Jika Anda berjalan-jalan di dataran tinggi Andes, mungkin Anda akan menemukan banyak bebatuan yang berwarna hijau. Secara sekilas batu itu seperti tertutupi oleh lumut. Namun, perlu Anda ketahui bahwa warna hijau yang menutupi bebatuan itu sebenarnya bukanlah lumut. Akan tetapi sejenis tanaman merambat dan berkoloni yang bernama Yareta. Tanaman Yareta ini bisa bertahan hidup mencapai ribuan tahun lamanya.

Yareta dalam bahasa latin dikenal sebagai Azorella compacta, atau menurut bahasa Spanyol biasa dikenal juga dengan nama "Llareta". Tanaman ini merupakan jenis tanaman yang tergabung dalam keluarga Apiaceae. Sejenis tanaman kecil berbunga. Yareta banyak dijumpai tumbuh di padang rumput dingin Andes Peru, Pina, Bolivia, Chile Utara, dan Argentina Barat yaitu terletak pada dataran tinggi antara 3.200 hingga 4.500 meter, dimana angin bertiup tanpa henti dan suhu dingin sanggup meretakkan bebatuan granit.

tanaman usia ribuan tahun
sumber gambar

tanaman usia ribuan tahun-2
sumber gambar

tanaman usia ribuan tahun-3
sumber gambar

tanaman usia ribuan tahun-4
sumber gambar

Meskipun tumbuh dalam kondisi ekstrim, Yareta bisa mempertahankan hidupnya dengan baik. Dengan tumbuh secara berkoloni dan padat serta dekat dengan tanah, merupakan salah satu trik baginya untuk bertahan dari panas, serta melawan kuatnya angin yang bertiup. Apalagi daunnya yang berbentuk daun lilin tutup berfungsi sebagai cara untuk mencegah hilangnya kelembaban akibat penguapan. Dengan begitu tanaman ini bisa bertahan meskipun dalam kondisi yang sangat tidak ramah sekalipun.

Pertumbuhannya yang lambat, hanya 1,5 cm pertahun juga adalah suatu bentuk cara mereka bisa bertahan di pegunungan Andes yang sudah terkenal tidak ramah itu. Mungkin karena hal inilah, Yareta bisa berusia hingga ribuan tahun bahkan bisa saja mencapai 3.000 tahun. Wow!

tanaman usia ribuan tahun-5
sumber gambar

tanaman usia ribuan tahun-6
sumber gambar

tanaman usia ribuan tahun-7
sumber gambar

Dikarenakan tanaman Yareta ini sangat padat, maka banyak orang-orang yang memanfaatkannya sebagai bahan bakar pengusir dingin, layaknya kayu bakar. Karena api yang dihasilkan sama bagusnya dengan kita membakar gambut. Berhubungan dengan hal ini maka semakin banyak saja spesies Yareta yang terancam kepunahan. Untuk itu larangan keras pun ditetapkan, kini Yareta mulai dilindungi dan dilestarikan keberadaannya dari tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab.



Sumber: Amusing Planet

Jumat, 23 Mei 2014

Pameran Mosaiculture Seni Hortikultura Paling Bergengsi

Amazing Sphere - Pada musim panas tahun lalu, sebuah ajang pameran Mosaiculture paling bergengsi telah sukses dilaksanakan di Kanada. Pameran yang berlokasi di Montreal Botanical Garden Quebec ini merupakan pameran yang menyajikan kreatifitas seni hortikultura paling menakjubkan. Lebih dari 3 juta bunga dibesarkan dalam rumah kaca di seluruh wilayah Quebec, lalu bunga-bunga itu akan dikirim ke kebun tepat pada bulan Mei, dimana para desainer teah siap menciptakan karya seni hidup dari bunga-bunga tersebut. Dengan menggunakan peralatan jerat dari baja, mereka akan bersaing membuat kreasi seni yang mengagumkan.

Umumnya, tanaman-tanaman bunga itu akan dibentuk menjadi beraneka ragam bentuk patung. Dengan menggunakan kawat baja serta logam aluminium, mereka akan membungkus serta mengikat lalu membentuknya menjadi patung-patung unik yang terbuat dari tanaman bunga hidup. Warna yang dihasilkan merupakan perpaduan warna dari dedaunan juga warna bunga yang beraneka ragam. Tentunya hal ini membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan sistem penyiraman yang teratur, agar media tumbuh bisa menjadi tempat yang baik untuk tanaman dapat berbunga sepanjang musim panas. Setidaknya sampai pameran itu berakhir, tanggal 29 September.

pameran
sumber gambar

pameran-2
sumber gambar

pameran3
sumber gambar

pameran4
sumber gambar

pameran5
sumber gambar

Pameran ini diikuti oleh 200 seniman hortikultura paling berbakat di dunia. Mereka berkompetisi dalam ajang pameran ini mewakili 20 negara, diantaranya berasal dari Turki, Uganda, China, dan Jepang. Ada sekitar 50 karya mempesona yang berhasil diciptakan oleh mereka dalam pameran itu. Untuk edisi pameran kali ini, tema yang diangkat dalam pameran adalah "Tanah Harapan".

Dalam pameran ini kita akan disuguhkan berbagai jenis tanaman kurang lebih ada 22.000 spesies tanaman yang digunakan. Serta 10 rumah kaca yang melengkapi proses pameran ini berlangsung.

pameran6
sumber gambar

pameran7
sumber gambar

pameran8
sumber gambar

pameran9
sumber gambar

pameran10
sumber gambar

Mulanya pameran Mosaiculture ini diselenggarakan di Montreal pada tahun 2000. Kini setiap tiga tahun sekali ajang kompetisi ini akan diselenggarakan di kota-kota yang berbeda. Dengan menggunakan dana dari pemerintah dan sektor swasta, acara ini menjelma menjadi acara paling berkelas di dunia seni hortikultura. Terakhir kali diadakan di Shanghai, sebelum akhirnya kembali lagi ke Montreal.



Sumber: Amusing Planet