Minggu, 12 Februari 2017

Holloway, Rute Jalur Cekung Kuno Agak Seram di Eropa

Amazing Sphere - Holloway, Rute Jalur Cekung Kuno Agak Seram di Eropa

Sebuah jalur rute yang tampil seperti parit besar yang dikeruk di atas tanah atau terowongan yang dibersihkan melalui hutan yang merupakan rute jalur kuno ini disebut Holloways atau jalur cekung yang ditemukan di seluruh pedesaan di Eropa.

Pada awalnya, jalur ini bukanlah tanah yang cekung, hanya tanah datar biasa, namun selama berabad-abad, setelah sering dilalui oleh jutaan kaki orang yang melewatinya dalam menempuh perjalanan, rute ini pun lama-lama menjadi terkikis dan menciptakan jalur parit yang amat dalam dengan pemandangan alam sekitarnya, dan seolah diapit tembok tanah disebelah kanan dan kiri.

Baca Juga:

Holloway, Rute Jalur Cekung Kuno Agak Seram di Eropa

Karena bentuknya yang memang seperti parit besar, jalan raya kuno ini pun tidak sedikit menjadi saluran air sementara saat musim hujan, yang pada akhirnya membuatnya menjadi jauh lebih dalam dan semakin melebar membentuk lanskap permanen. Yang terlihat mirip seperti ngarai.

Holloways hanya ditemukan di daerah-daerah di mana memiliki tanah yang lunak, seperti kapur dan batu pasir yang ada di kabupaten Inggris selatan, misalnya. Daerah dari Dorset, khususnya.

Holloway, Rute Jalur Cekung Kuno Agak Seram di Eropa

Holloway, Rute Jalur Cekung Kuno Agak Seram di Eropa

Holloway juga terbentuk dalam satu atau dua dekade yang lalu, seperti bukti yang terlihat dari jejak orang-orang kuno di sepanjang Oregon yang lelah berpindah tempat dengan gerobak mereka yang melintasi Amerika Utara melewati Eropa kuno yang beberapa diantaranya merujuk ke masa jaman Romawi dan jaman Besi. Sementara jalur cekung lainnya masih terlihat baru, hanya beberapa ratus tahun yang lalu usianya.

Holloway, Rute Jalur Cekung Kuno Agak Seram di Eropa

Holloway, Rute Jalur Cekung Kuno Agak Seram di Eropa

Selama Perang Dunia Kedua, beberapa jalur parit ini terbentuk secara alami, bukan terbentuk karena jejak manusia yang melewatinya, tapi sudah ada karena alam yang membentuknya. Jalur ini diantaranya seperti Sunken Lane di Beaumont Hamel, Prancis, yang digunakan sebagai tempat penampungan atau poin pertahanan yang kuat. Kebanyakan Holloways terlalu sempit untuk digunakan dimasa kini, namun ada juga yang digunakan untuk lalu lintas pejalan kaki dan beberapa yang cukup lebar bisa dilewati oleh satu kendaraan masih digunakan sampai sekarang.

Satu hal yang pasti, melewati jalur cekung ini sendirian, pastinya akan terasa menakutkan. Apalagi jika di malam hari. Tapi, untuk jalan-jalan berwisata bareng, tempat seperti ini juga bagus untuk dikunjungi.

Sumber Bacaan

Senin, 25 Januari 2016

Mengenal Lebah Lebih Dekat di Museum Lebah Spanyol

Amazing Sphere - Mengenal Lebah Lebih Dekat di Museum Lebah Spanyol

Pada umumnya semua orang takut pada lebah, mungkin hanya orang-orang tertentu saja yang sudah profesional yang tidak takut. Seperti pawang lebah misalnya. Pada dasarnya, lebah tidak akan pernah menyengat kita, jika kita tidak mengganggu mereka. Hanya saja, tidak mengerti tentang kesalahpahaman, sensitif dan mudah marah. Sehingga, banyak orang yang takut jika berdekatan dengan lebah, apalagi ada sejenis lebah tertentu yang sengatannya sangat menyakitkan.

Namun, jika Anda seseorang yang ingin mempelajari tentang lebah, hanya saja takut disengat, maka tempat yang harus Anda kunjungi adalah museum lebah Poyales del Hoyo di Spanyol.

Baca Juga:

Museum lebah Poyales del Hoyo di Spanyol, memberikan kesempatan unik bagi para pengunjungnya untuk tetap merasa aman melihat serangga ini melakukan aktifitas di sarangnya. Museum ini memiliki enam sarang lebah raksasa yang menggantung di langit-langit dan tertutup dalam kaca, sehingga memberi rasa nyaman kepada pengunjung untuk melihatnya dari jarak dekat tanpa risiko terkena sengat.

Mengenal Lebah Lebih Dekat di Museum Lebah Spanyol

Awal mula didirikannya Museum Lebah ini bermula ketika seorang mahasiswa yang bernama Gerardo Gonzalez Perez, mendirikan sarang lebah pertama lebih dari 34 tahun yang lalu. Saat itu peternakan lebah sedang populer dan menjadi aktifitas utamanya. Dia memberikan pembicaraan dan kuliah di sekolah-sekolah serta perguruan tinggi di seluruh geografi Spanyol dan memberikan kursus tentang lebah untuk amatir.

Pada tahun 1997, setelah 20 tahun bekerja dan penelitian, akhirnya ia menciptakan Museum Lebah untuk menyampaikan pengetahuan dan mencoba untuk meningkatkan persepsi dunia lebah di mata masyarakat. Sejak dibukanya museum ini, ribuan orang telah mengunjungi fasilitas ini, di mana mereka memiliki kesempatan untuk belajar tentang kehidupan lebah sebagai polinator, bagaimana mereka bekerja, dasar-dasar peternakan lebah, dan lain-lain. Gerardo Gonzalez Perez pun kini menjadi direktur museum tersebut.

Mengenal Lebah Lebih Dekat di Museum Lebah Spanyol

Mengenal Lebah Lebih Dekat di Museum Lebah Spanyol

Mengenal Lebah Lebih Dekat di Museum Lebah Spanyol

Mengenal Lebah Lebih Dekat di Museum Lebah Spanyol

Mengenal Lebah Lebih Dekat di Museum Lebah Spanyol

Di museum lebah ini Anda bisa menikmati dan belajar tentang lebah dari jarak dekat, melihat sarangnya yang bergelantungan tanpa takut tersengat oleh mereka. Cocok untuk salah satu tujuan studi tour Anda.

Sumber Bacaan

Rabu, 19 Agustus 2015

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman

Amazing Sphere - Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar ada makhluk hidup yang memiliki keunikan yaitu tubuhnya setengah bersifat hewan, setengahnya lagi bersifat tanaman. Mungkin Anda pasti tidak percaya. Tapi begitulah kenyataannya yang dimiliki oleh makhluk hidup yang bernama siput laut ini. Ada beberapa spesies siput laut yang memiliki klorofil dalam tubuh mereka yang berguna dalam membuat makanan dari bantuan sinar matahari sama halnya dengan proses fotosintesis pada daun yang dimiliki tanaman.

Tapi siput laut ini meskipun berfotosintesis mereka tidak memiliki klorofil, mereka memperoleh makanan mereka dengan memakan banyak sayuran. Siput laut ini terkenal dengan sebutan nama sacoglossans atau "siput laut pengisap getah" karena mereka hidup dengan mengisap isi sel dari ganggang. Yang unik disini adalah mereka bukan mencerna makanan seperti umumnya yang dilakukan oleh hewan, melainkan mereka menggabungkan kloroplas dari gangang dengan sel-sel mereka sendiri. Dan semua itu mereka lakukan di bawah sinar matahari. Peristiwa luar biasa ini dikenal dengan sebutan kleptoplasty, kemampuan aneh dari siput ini membuatnya mendapatkan sebutan lain yaitu "siput laut bertenaga surya".

Baca Juga:

Salah satu contoh terbaik dari perilaku ini ditemukan pada jenis siput laut hijau yang bernama Elysia chlorotica. Mereka yang paling sering ditemukan di rawa-rawa garam, kolam renang dan sungai yang dangkal, di sepanjang pantai timur Amerika Serikat, hingga wilayah utara Kanada. Mereka dapat tumbuh mencapai panjang 60 mm, namun yang paling sering ditemukan memiliki panjang antara 20 mm hingga 30 mm saja.

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman
Elysia chlorotica

Mulanya seekor Elysia chlorotica muda memiliki warna kemerahan atau keabu-abuan, namun setelah mereka mulai makan dan mempertahankan sel kloroplasnya mereka akan berubah menjadi warna hijau terang. Perlu diketahui bahwa warna hijau ini juga membantunya untuk menyamarkan diri terhadap predator, karena siput tidak memiliki cangkang pelindung atau cara lain sebagai perlindungan. Dengan mengambil warna hijau dari kloroplas sel alga, siput ini mampu berbaur dengan dasar laut yang hijau di bawah mereka, sehingga hal ini membantu mereka meningkatkan peluang untuk bertahan hidup lebih lama.

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman

Meskipun begitu, seekor Elysia chlorotica sanggup bertahan hidup dari fotosintesis tanpa makan sampai satu tahun. Dengan menghabiskan lebih sedikit energi dalam kegiatan seperti mencari makanan, siput dapat berinvestasi energi yang berharga ini ke kegiatan penting lainnya yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup lebih lama.

Namun, kloroplas mereka hanyalah salah satu bagian dari mesin seluler yang diperlukan untuk mengubah sinar matahari menjadi energi saja. Sebab, memiliki kloroplas tanpa gen yang diperlukan untuk fotosintesis maka hewan ini hanya dapat mensintesis makanan saja. Ini sama halnya dengan Anda mengambil pisau dari blender dan berharap bisa membuat jus wortel dari blender tanpa pisau tersebut.

Satu lagi yang membuat spesies ini luar biasa adalah bahwa Elysia chlorotica tidak hanya mencuri kloroplas dari ganggang saja, tetapi mereka juga menggabungkannya ke dalam DNA sendiri. Ini adalah contoh yang menarik dan agak unik dari transfer gen horizontal.

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman
Costasiella kuroshimae

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman

Siput Ini Ternyata Setengah Hewan dan Setengah Tanaman

Selain Elysia chlorotica, ada juga spesies unik yang mirip yaitu Costasiella kuroshimae, spesies ini juga memiliki perilaku yang sama sebagai kleptoplasty. Spesies jenis ini ditemukan di kepulauan Ryukyu, di Jepang.

Benar-benar spesies unik dan luar biasa sekali...!!

Sumber Bacaan

Senin, 01 Juni 2015

Ratusan Danau Misterius di Gurun Badain Jaran

Amazing Sphere - Ratusan Danau Misterius di Gurun Badain Jaran

Memiliki luas hingga 49.000 meter persegi yang membentang antara bagian Cina dan Mongolia, terdapat sebuah Gurun yang bernama Badain Jaran. Karena begitu luasnya, hingga menjadikannya sebagai gurun terbesar ketiga di Cina. Mungkin, mendengar namanya yang masih begitu asing, maka tidaklah aneh jika gurun ini tidak terlalu banyak yang mengetahuinya, terutama bagi orang-orang di luar Cina, namun gurun ini bisa dikenal dunia karena memiliki bukit pasir stasioner tertinggi di Bumi. Bahkan beberapa bukit pasir ini telah diukur memiliki ketinggian lebih dari 500 meter.

Gurun Badain Jaran beriklim sangat kering, dengan curah hujan tahunan antara 50 hingga 60 mm. Bahkan hampir 40 sampai 80 kali curah hujan mengalami penguapan sebelum akhirnya jatuh sebagai bentuk hujan. Namun, meskipun kondisinya kering, salah satu fitur yang sangat luar biasa ditemukan di gurun ini adalah adanya danau permanen. Danau-danau ini tersebar hingga 140 lebih danau yang terdapat di antara bukit-bukit pasir. Danau ini diberikan nama oleh orang-orang Mongolia yang berarti “danau misterius”.

Diyakini air danau misterius ini berasal dari mata air bawah tanah yang mengalir di bawah deposit kerikil dan muncul di antara bukit pasir, dimana deposit kerikil itu lambat laun menjadi halus lalu menyumbat aliran air sehingga terbentuklah danau. Sumber air lainnya berasal dari curah hujan dan pencairan salju di pegunungan yang berada pada jarak kilometer jauhnya dari gurun. Limpahan dari pegunungan ini mengalir melalui batuan retak kemudian melalui deposit kerikil di bawah gurun lalu muncul di tempat yang tersebar hingga terciptalah danau yang begitu banyak.

Baca Juga:

Ratusan Danau Misterius di Gurun Badain Jaran

Ratusan Danau Misterius di Gurun Badain Jaran

Meskipun menimbulkan mata air yang nampak segar, namun sebagian besar air danau ini terasa asin, hal ini terjadi karena adanya tingkat tinggi penguapan. Beberapa danau juga nampak berubah warna disebabkan adanya populasi besar ganggang, udang air garam dan mineral. Penguapan juga menyebabkan beberapa danau menjadi hypersaline yang membentuk kerak garam di tepian danau.

Ratusan Danau Misterius di Gurun Badain Jaran

Ratusan Danau Misterius di Gurun Badain Jaran

Ratusan Danau Misterius di Gurun Badain Jaran

Ratusan Danau Misterius di Gurun Badain Jaran

Sebenarnya, danau air tawar memberikan rezeki hidup bagi unta, kambing dan kuda yang digiring oleh pengembara yang berjalan melalui gurun tersebut. Bahkan banyak vegetasi hijau yang tumbuh disekitar danau, sehingga memberikan suasana sejuk di gurun yang kering itu. Namun, dalam dekade terakhir ini, banyak danau yang menyusut kering dan menghilang, hal ini terjadi akibat pengurangan air tanah yang dibawa oleh irigasi, pengalihan air, urbanisasi, serta bertambahnya populasi.

Sumber Bacaan

Senin, 27 April 2015

Furore, Desa Kecil yang Tersembunyi di Ngarai Sempit

Amazing Sphere - Furore, Desa Kecil yang Tersembunyi di Ngarai Sempit

Kita menuju ke Italia. Disana ditemukan sebuah desa unik terpencil yang tersembunyi di balik ngarai sempit atau yang biasa disebut dengan fjord. Desa tersembunyi tersebut bernama desa Furore. Kata Furore jika di artikan ke dalam bahasa Indonesia maka berarti 'kehebohan'. Namun, menurut bahasanya arti kata Furore sendiri memiliki arti “desa yang tidak ada”. Sangat cocok sekali dengan letaknya yang memang tidak terlihat.

Furore merupakan desa kecil yang terletak di Pantai Amalfi, di provinsi Salerno wilayah Campania sebelah barat daya Italia. Sejak dulu, terdapat sebuah pemukiman kecil di wilayah ini yang kemudian menyebar hingga ke pegunungan yang menghadap ke laut. Jalanan menuju ke desa ini sangatlah indah. Namun, jalan dan tangga yang menghubungkan ke desa ini tidak begitu terlihat dari garis pantai, sehingga membuat desa Furore tetap praktis tersembunyi dari para traveler yang lewat.

Karena kondisi inilah, maka walikota memutuskan dan memerintahkan setiap rumah untuk mengecat rumahnya dengan cat warna yang cerah, agar jika ada wisatawan yang lewat bisa melihat keberadaan mereka. Yang tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi desa Furore. Bahkan dengan mengundang seniman dari seluruh dunia setiap bulan September untuk melukis dan menghias bangunan lokal disana dengan lukisan mural.

Baca Juga:

Furore, Desa Kecil yang Tersembunyi di Ngarai Sempit

Furore, Desa Kecil yang Tersembunyi di Ngarai Sempit

Daya tarik utama Furore adalah fjord (atau Fiordo) yaitu sebuah ngarai sempit yang memotong pedalaman dari laut. Ngarai ini terbentuk oleh aliran Schiato yang membentang di sepanjang gunung ke laut. Sekelompok rumah nelayan tua nampak melekat pada tebing. Fjord ini juga merupakan bagian tertua dari desa Furore. Sementara itu desa utama Vallone del Furore terletak di ketinggian 300 meter di bagian atas.

Furore, Desa Kecil yang Tersembunyi di Ngarai Sempit

Furore, Desa Kecil yang Tersembunyi di Ngarai Sempit

Furore, Desa Kecil yang Tersembunyi di Ngarai Sempit

Furore, Desa Kecil yang Tersembunyi di Ngarai Sempit

Furore, Desa Kecil yang Tersembunyi di Ngarai Sempit

Fjord ini juga dilewati oleh jembatan lengkung setinggi 30 meter yang merupakan tempat jalanan negara. Setiap musim panas, tempat ini seringkali dijadikan sebagai lokasi kejuaraan lomba Diving Internasional. Pihak berwenang setempat telah membuat fiord menjadi tempat wisata yang menarik. Bahkan tempat-tempat hiburan seperti bar dan toko suvenir pun juga tersedia disana. Bagi Anda yang ingin mencari tempat untuk Diving sambil menikmati keindahan ngarai, maka Furore adalah tempat yang harus Anda kunjungi.

Sumber Bacaan